Seputar Peradilan

Ketua Pengadilan Agama Kayuagung Pimpin Upacara HUT RI KE 73

KAYUAGUNG | Ketua Pengadilan Agama Kayuagung Kelas IB, langsung memimpin upacara hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke 73. Bertempat di halaman kantor, upacara berjalan khidmat dan sukses pada Jumat, (17/8).

Upacara HUT RI di kantor PA Kayuagung, diikuti oleh para hakim, panitera, sekretaris, para kasubbag, panitera muda, para aparatur sipil Negara yang bekerja di lingkungan PA Kayuagung dan tenaga honorer.

hut ri

Selaku inspektur upacara, Ketua PA Kayuagung menyampaikan amanat singkat, padat, dan tepat sasaran. “Marilah kita jadikan momentum hari ulang tahun ini untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur, karena mereka kita bisa menikmati hari ini, jangan pernah kita melupakan jasa pahlawan,” papar Drs. Ikhsan, SH, MA.

Lebih lanjut beliau menuturkan, 73 tahun usia Republik Indonesia sejalan dengan perjalanan kekuasaan kehakiman di negeri ini, kekuasaan kehakiman yang merdeka, bebas intervensi dan aparatur peradilan yang modern. Oleh sebab itu, Ketua PA Kayuagung mengajak peserta upacara untuk memahami kinerja dan tugas pokok dalam mencapai visi misi peradilan agama yang agung.

Penyematan Tanda Penghargaan Satyalancana Karya Satya

Upacara bertambah khidmat, saat separuh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan PA Kayuagung menerima tanda kehormatan Negara berupa Satyalancana Karya Satya, atas pengabdiannya selama 8 tahun, 10 tahun, 20 tahun dan lebih secara terus menerus.

Ikhsan menjelaskan, Satyalancana Karya Satya merupakan tanda penghargaan kepada ASN yang telah berbakti dan dinilai memiliki loyalitas tinggi terhadap Negara. 

“Penerima penghargaan tidak pernah melakukan pelanggaran hukum dan menegakkan kedisiplinan selama berkarir menjadi ASN,” ujar Ketua PA Kayuagung. ASN yang melanggaran kedisiplinan dan melakukan pelanggaran hukum, lanjutnya, tidak akan menerima penghargaan. 

Oleh karena itu, pemberian penghargaan ini merupakan bagian dari menciptakan good governance yang di dalamnya ada clean governance. Secara tidak langsung para ASN menjalankan asas structural normative. 

“Para ASN ini, menjadi birokrat yang sanggup menegakkan peraturan dengan baik. ASN dinilai patuh terhadap peraturan perundangan dan semua keputusan yang dilakukan oleh pimpinan. Sekali lagi, loyalitas menjadi poin dalam penilaian,” ungkapnya.

Ikhsan juga menambahkan, ASN saat ini harus bisa menciptakan good governance yang di dalamnya berisi transparansi dan akuntabilitas. Artinya, semua public policy diinfokan kepada publik dan dimasukkan kedalam sistem informasi website. Adapun nama-nama ASN di lingkungan PA Kayuagung yang menerima tanda pengharagaan Satyalancana Karya Satya, antara lain : 

Ismail Alidin, Drs. Sabaan, Bakhtiar, S.HI., M.HI, Waluyo, S.Ag., M.HI, Maman Abdurrahman, S.HI., M.Hum, M. Syarif, S.HI., M.H, M. Andri Irawan, S.HI., M.H, Alimuddin, S.HI., M.HI, Azwida, S.HI, Ali Akbarul Falah, S.HI, Kodri, S.HI, Pranasta Surga, S.H., M.Kom, Agus Priyono, S.H, Yahya Saputra, S.H, Septi Emilia, S.HI, Maharani, S.Kom., M.Si, Rian Purnama Suci, S.Kom, Jaka Prahmana.

satya

Foto : Penyerahan Piagam Penghargaan Satyalancana Karya Satya


Upacara diakhiri dengan memanjatkan doa dan ramah tamah serta pembagian hadiah lomba menyambut HUT RI yang ke-73. (Arqom/Alim)