Selamat Datang Di Situs Resmi Pengadilan Agama Kayuagung | Hati hati terhadap Tindakan Penipuan yang mengatasnamakan Pengadilan Agama Kayagung | Laporkan segala Tindak Penipuan ke https://siwas.mahkamahagung.go.id atau Layanan Meja Informasi & Pengaduan Pengadilan Agama Kayaugung
PA Kayuagung Sukses Laksanakan Descente di Kelurahan Payaraman Barat
Berita Utama

PA Kayuagung Sukses Laksanakan Descente di Kelurahan Payaraman Barat



Senin, tanggal 23 Oktober 2017 Majelis Hakim yang diketuai oleh Muhamad Syarif, S.H.I., M.H beranggotakan Alimuddin, S.H.I., M.H dan Ali Akbarul Falah, S.H.I di dampingi oleh Al Mu’allif, S.Ag sebagai Panitera Pengganti dan Jaka Prahmana sebagai Juru Sita melakukan pemeriksaan setempat dalam perkara Harta Bersama antara Maryati binti Makmun melawan Romadon bin Baserah perkara nomor 44/Pdt.G/2017/PA.KAG.

 

Dalam pemeriksaan setempat Penggugat mengerahkan 2 personil kepolisian dari Polsek Tanjung Batu berdasarkan Surat Perintah Nomor Sprin/145/X/2017/Sek Tg. Batu tanggal 23 Oktober 2017 yang bertugas menjaga keamanan selama proses pemeriksaan setempat berlangsung.

 

Majelis Hakim melakukan pemeriksaan setempat pada tiga objek sengketa, pertama yang bertempat di Payo Nibung Kelurahan Payaraman Barat Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir, kedua di RT. 04, Dusun II, Desa Seri Kembang II, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, ketiga Jalan Masjid Dusun III, Desa Seri Kembang III, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir.

 

Sebelum sidang pemeriksaan setempat dilangsungkan Majelis Hakim disambut langsung oleh Lurah Payaraman Barat, lalu proses sidang pemeriksaan setempat dibuka oleh Ketua Majelis di kantor kelurahan Payaraman Barat.

 

Setelah sidang pemeriksaan setempat di buka, lalu salah satu keluarga dari para pihak menyarankan bahwa untuk objek sengketa yang bertempat di Payo Nibung Kelurahan Payaraman Barat Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir cukup menggunakan saksi saat jual beli dilangsungkan dan tidak perlu dilakukan pengukuran, mengingat medan ke objek sengketa berlumpur, berair dan sangat sulit untuk dilalui. Dengan senyum dijawab oleh Majelis Hakim bahwa pemeriksaan setempat adalah untuk mengetahui secara jelas dan pasti mengenai objek yang diperkarakan mulai dari ukuran objek sengketa, batas-batas objek sengketa, kondisi objek sengketa karena ada kemungkinan objek sengketa dengan yang tertuang dalam gugatan dan surat-surat itu berbeda dengan yang di lapangan sehingga wajib untuk terjun langsung, terkait bisa untuk ditempuh atau tidak nanti kita putuskan saat menuju ke objek sengketa, atas penjelasan tersebut pihak mengusul menerima dan siap untuk membatu saat terjun langsung ke lokasi objek sengketa.

 

Sesi tanya jawab ditutup, lalu Majelis Hakim ke lokasi objek sengketa pertama, jarak sejauh 1 KM yang dapat dilalui dengan kendaraan roda empat, lalu dilanjutkan dengan kendaraan bermotor karena medan jalan setapak yang berjarak 3 KM ke lokasi dan hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, medan yang dilalui licin dan berlumpur butuh skill khusus untuk dapat melaluinya.

 

Setelah tiba di lokasi objek sengketa, bukan hanya medan jalan yang sulit ditempuh, namun juga objek sengketa juga memberikan tantangan tersendiri untuk dilakukan pengukuran, karena lahan berduri dan banyak tumbuh tumbuhan yang posisinya sangat rapat, namun dengan semangat kuat petugas ukur terjun langsung tanpa keluh kesah dan penuh tanggung jawab.

 

Usai sengketa pertama selesai dilakukan pemeriksaan, selanjutnya menuju objek ke dua yang berada di kediaman orang tua Tergugat dengan didampingi langsung oleh Kepala Dusun I dan Kepala Dusun II selama pemeriksaan berlangsung.

 

Pemeriksaan setempat dilakukan pada objek terakhir tidak jauh dari jarak objek sengketa kedua, setelah pemeriksaan setempat pada objek terakhir, lalu Ketua Majelis menutup sidang pemeriksaan setempat di lokasi akhir dengan dihadiri oleh Penggugat di luar hadir Tergugat.