Selamat Datang Di Situs Resmi Pengadilan Agama Kayuagung | Hati hati terhadap Tindakan Penipuan yang mengatasnamakan Pengadilan Agama Kayagung | Laporkan segala Tindak Penipuan ke https://siwas.mahkamahagung.go.id atau Layanan Meja Informasi & Pengaduan Pengadilan Agama Kayaugung
Nuzul Quran : Semangat Kebersamaan Dalam Bingkai Ukhuwah
Berita Utama

Nuzul Quran : Semangat Kebersamaan Dalam Bingkai Ukhuwah



KAYUAGUNG | Judul tersebut menjadi alasan dilaksanakan acara peringatan nuzul Quran di Pengadilan Agama Kayuagung, Selasa (13/6) kemarin. Kebersamaan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah harus sering digaungkan agar tidak terkikis habis, semangat harus ditingkatkan agar tidak kering kerontang.

 

Ketua Pengadilan Agama (PA) Kayuagung acapkali berujar, bekerja bersama-sama dan sama-sama bekerja dalam mencapai hasil guna yang berdaya guna. “Saya menyampaikan terima kasih atas partisipasi bapak ibu dalam menyukseskan acara ini,” kata Drs. H. Azkar, SH dalam sambutannya di sela acara pembukaan.

 

Bak gayung bersambut, aparatur PA Kayuagung merespon positif keinginan unsur pimpinan. Hal itu terbukti dari para pejabat yang hadir memenuhi ruang sidang utama tempat dilaksanakan acara peringatan nuzul Quran kemarin. Jajaran hakim, para pejabat struktural dan fungsional, para pegawai dan tenaga honorer tampak sumringah dan bersemangat hadir. Terlebih lagi acara itu semakin bertambah ramai dengan kehadiran ketua dan para pengurus dharmayukti karini PA Kayuagung yang dominan kaum hawa.

 

Semangat kebersamaan dalam bingkai ukhuwah bukan hanya di bibir saja, namun dibuktikan dalam kinerja dan kekompakan sesama pegawai, pengurus dharmayukti karini dan tenaga honorer di PA Kayuagung.

 

Berlomba Mengkhatamkan Al Quran

Wajah sumringah, anak-anak kecil berlari senang, para bapak dan ibu bercengkrama dengan sedikit bergurau. Suasana acara nuzul Quran itu terlihat, saat ustadz Waluyo, S.Ag, M.H.I menyampaikan tausyiahnya. Rangkaian acara kemarin sore serius tapi santai, dimulai dari pembacaan ayat suci Al Quran oleh ustadz Ismail Alidin, lalu disambung oleh Ketua PA Kayuagung untuk menyampaikan kata sambutan dan disimpulkan oleh sang penceramah.

 

Setali tiga uang, isi tausyiah pun sama persis dengan judul di atas, cara merajut ukhuwah Islamiyah dengan semangat kebersamaan. Substansi Al Quran menjadi modal dasar untuk menjadi insan yang mampu merajut ukhuwah, kitab suci umat Islam itu menjadi pedoman bagi para pegawai PA Kayuagung dalam bekerjasama dan sama-sama bekerja.

 

Lalu, apa contoh konkritnya? Ustadz Waluyo menguraikan, upayakan menamatkan Al Quran, bertadarus dan mengamalkan ajaran Al Quran yang sangat lengkap. “Siapa di antara bapak ibu yang telah mengkhatamkan Al Quran tahun ini 3 kali? Kalau ada saya kasih hadiah,” jelas sang ustadz sambil menawarkan selembar uang kertas berwarna merah di hadapan tamu undangan.

 

Uang kertas tersebut hanya bentuk ungkapan kegembiraan saja karena separuh aparatur PA Kayuagung rutin membaca dan mengkhatamkan Al Quran setiap hari. Kendatipun tidak diprogramkan selama bulan Ramadan, namun secara kesadaran para hakim, pegawai, dan tenaga honorer serta merta membaca dan menamatkan Al Quran.

 

 

Acara peringatan nuzul Quran tersebut, ditutup dengan buka puasa bersama dan shalat maghrib berjamaah dan diakhiri dengan shalat isya dan shalat tarawih berjamaah. (AM)