Selamat Datang Di Situs Resmi Pengadilan Agama Kayuagung | Hati hati terhadap Tindakan Penipuan yang mengatasnamakan Pengadilan Agama Kayagung | Laporkan segala Tindak Penipuan ke https://siwas.mahkamahagung.go.id atau Layanan Meja Informasi & Pengaduan Pengadilan Agama Kayaugung
Babak baru Sidang Isbat Terpadu PA Kayuagung
Berita Utama

Babak baru Sidang Isbat Terpadu PA Kayuagung



KAYUAGUNG | Jumadi sumringah, pria 54 tahun itu dapat bernafas lega setelah Majelis Hakim Pengadilan Agama Kayuagung mengetuk palu. Perkawinannya bersama istri yang terjadi pada tahun 1986 lalu, akhirnya disahkan, jalan berliku namun laki-laki ini mencapai tujuannya.


Jumadi hanya salah satu pencari keadilan yang mengikuti program sidang isbat nikah terpadu, masih banyak pasangan suami istri yang bernasib sama, namun nasib mereka tuntas di meja sidang.

 


 

 

Jumat (5/5) kemarin, program isbat nikah terpadu kembali digelar, sebanyak 97  perkara yang masuk. Kemuadian hanya 86 perkara yang dikabulkan, sisanya gugursebanyak 8 perkara dan tidak dapat diterima sebanyak 1 perkara. Para pencari keadilan berasal dari kecamatan Jejawi dan Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir, mereka tentunya belum memiliki buku nikah.


Sebelumnya, program isbat nikah terpadu telah dilaksanakan pada bulan Februari sebanyak 72 perkara dan Maret sebanyak 91 perkara. Alhasil, 260 jumlah perkara isbat nikah memasuki pertengahan tahun 2017 ini berhasil diselesaikan tepat waktu.

 


 

 

Program ini memasuki babak baru, jika sebelumnya panitia penyelenggara kewalahan menyikapi banyaknya peserta, namun sidang kemarin berjalan lancar. “Tertib dan aman, semua terkendali,” tegas Sekretaris PA Kayuagung Syam Ratulangi, SH.

 


 

 

Kendatipun demikian, tiada rotan akarpun jadi. Demi pencari keadilan kekurangan di sana sini dapat diminimalisir secara baik. Kekurangan yang dimaksudkan ialah bentuk pendaftaran perkara yang belum sesuai target, berkas surat permohonan yang masih belum sesuai kaidah hukum, serta pelayanan dari pihak penyelenggara (baca; Pemkab OKI).

 


 

 

Menanggapi hal itu, Ketua PA Kayuagung Drs. H. Azkar, SH mengatakan, “kerjasama adalah kunci keberhasilan, sekecil apapun pekerjaan jika dilakukan dengan sama-sama, maka hasilnya akan baik, kalaupun ada kekurangan, ini temuan dan harus dievaluasi pada program-program selanjutnya.” Temuan tersebut menurut Ketua PA Kayuagung, hanya dapat dipahami oleh internal PA namun tidak berlaku bagi masyarakat.

 


 

 


Pantauan redaksi, masyarakat tidak merasakan adanya kekurangan dalam pelayanan saat sidang berjalan, mereka terlihat antusias dan puas karena harapan mereka untuk mendapatkan buku nikah terkabul. (AM).