Selamat Datang Di Situs Resmi Pengadilan Agama Kayuagung | Hati hati terhadap Tindakan Penipuan yang mengatasnamakan Pengadilan Agama Kayagung | Laporkan segala Tindak Penipuan ke https://siwas.mahkamahagung.go.id atau Layanan Meja Informasi & Pengaduan Pengadilan Agama Kayaugung
PA KAYUAGUNG SUKSES MENGGELAR SIDANG ISBAT TERPADU
Berita Utama

PA KAYUAGUNG SUKSES MENGGELAR SIDANG ISBAT TERPADU



 

Pengadilan Agama (PA) Kayuagung sukses menggelar sidang isbat terpadu, Senin (27/2) kemarin. Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tersebut, dihadiri sebanyak 72 pasangan suami istri (pasutri) yang belum memiliki kutipan akta nikah.

Program yang dilaksanakan di ruang pertemuan kantor Bupati OKI tersebut, hasil kerjasama Pengadilan Agama Kayuagung, Pemerintah Kabupaten OKI dan Kementerian Agama Kabupaten OKI. Sebelumnya, pada tahun 2015 tercatat sebanyak 325 pasutri mengikuti sidang isbat nikah, berlanjut pada tahun 2016 lalu sebanyak 380 pasutri dan tahun 2017 ini direncanakan  sebanyak 400 pasutri dengan lima  tahap.

Ketua PA Kayuagung Drs. H Azkar, S.H dalam sambutannya mengatakan, sidang isbat nikah ini sangat penting karena keabsahannya harus diakui oleh Negara. Dari aspek hukum, pelaksanaan sidang isbat terpadu ini, mengacu pada PERMA Nomor 01 Tahun 2015  tentang Pelayanan Terpadu Sidang keliling Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dalam Rangka Penerbitan Akta Perkawinan Buku Nikah dan Akta Kelahiran.

 Pencatatan pernikahan sangatlah penting, hal ini sudah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, di dalam pasal 2 ayat 2 dikatakan bahwa “ Tiap- tiap perkawinan dicatat menurut Peraturan Per Undang-Undangan yang berlaku”.

Bahwa dengan tercatatnya perkawinan tersebut, maka akan diterbitkan kutipan Akta Nikah oleh Kepala Urusan Agama. Buku Nikah ini sangatlah penting, antara lain untuk pembuatan Akta kelahiran, pembuatan paspor dan lainnya.

Selama ini kendala yang dihadapi masyarakat umumnya karena kondisi geografis suatu daerah, sehingga Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) belum mendaftarkan atau mencatat perkawinan tersebut di kantor Urusan Agama. Kendala lain adalah terkait dengan besarnya biaya untuk nikah, namun kendala-kendala tersebut pada masa sekarang ini sudah sangat kecil kemungkinannya untuk menjadi kendala. Sarana transportasi dan jalan-jalan di Pedesaan sudah banyak dan bagu, bahkan sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah No.48 tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Departemen Agama. Maka untuk pihak yang menikah di Kantor Urusan Agama tidak dipungut biaya atau gratis.

 

Harapan kita kedepan, kiranya semua lapisan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir ini yang belum tercatat perkawinannya agar segera dapat di isbathkan dan untuk seterusnya semoga tidak terdapat lagi perkawinan – perkawinan yang tidak tercatat.(News Team)